. tentang fiksi dan cerita diri .

Karena Mapan itu Bukan Cuma Quotes yang Dijadikan Kumpulan


Sudah 4 taun jadi mahasiswi sekolah bisnis, tapi ternyata cara gue mikir tentang bisnis itu masih belum sepenuhnya ada di jalur yang benar. Kenapa? Apa yang salah?

Pernah gak, lo mikir: kenapa Elon Musk bisa bikin SpaceX di tahun 2002? Kenapa Sigmund Freud bisa jadi ahli psikoanalisis di tahun 1985? Kenapa M. Alfatih Timur bisa masuk dalam nominasi 30 Under 30 versi Forbes (30 orang berpengaruh di Asia di bawah usia 30 tahun) di umurnya yang baru 24 tahun? Kenapa?

Jawabannya adalah: karena mereka memulai lebih dulu. 

Di dunia ini, gak ada istilahnya si A lebih bego daripada B karena B lebih pintar daripada A. Joko lebih ngerti soal programming daripada Sofy (karena Joko lebih dulu mulai belajar programming daripada Sofy), dan Sofy lebih ngerti soal menulis daripada Joko (karena Sofy lebih dulu mulai belajar nulis daripada Joko).

Jadi pesan moralnya, jangan jadi inferior kalo lo ngerasa bego terhadap suatu hal dan jangan jadi superior kalo lo ngerasa expert terhadap suatu hal. #SofyNitoGoldenWays #meh

Lalu, apa gue jadi rugi dalam waktu 4 tahun itu? Mungkin gue emang belum berhasil mencapai goals yang gue tetapkan. Mungkin gue harus mengorbankan sedikit waktu tidur buat belajar. Mungkin gue harus memendam sedikit rasa envy ketika teman-teman gue bisa makan enak di restoran kekinian sedangkan gue harus makan nasi warteg supaya bisa muterin dana buat modal kerja. Mungkin gue emang harus menghapus tetesan air mata di bantal ketika ngerasa lagi ada di titik rendah, dan mungkin-mungkin yang lain. Kalo dibandingin sama apa yang udah didapat, kerasa jauh banget sama apa yang udah dikorbankan. Tapi coba lihat, berapa banyak insight yang gue dapatkan dari orang-orang yang sudah berhasil lebih dulu? Berapa banyak ikatan emosional yang terjalin dengan para expert dari adanya kegagalan? Berapa banyak relasi terjalin karena beberapa permasalahan yang gue alami? Berapa banyak pola pikir gue yang udah berubah, dari yang salah menuju yang benar? Berapa banyak tamparan yang didapatkan ketika gue mengeluh karena baru gagal 100x sedangkan Thomas Alfa Edison udah gagal hampir 10.000x?

Kadang beberapa quotes pun gak bikin seseorang sadar, gak bikin seseorang berani untuk mengubah keadaan, sebelum orang itu mengalaminya sendiri.


Capek boleh, nyerah jangan.

Smg, 21 November 2016.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar