Sofy Nito

. tentang fiksi dan cerita diri .

Antara Janji dan Mimpi di Yogyakarta



Kau tahu, apa yang paling membuatku gelisah saat ini?


Yogyakarta.

Hanya 3 senti jarak dari peta. Tetapi kota itu mengubah hidupku 180 derajat.

Seperti merasa terpanggil, aku memilih Yogya untuk menetap dan belajar selama 3 tahun. Begitu juga dengannya, aku memilih untuk menambatkan hati disana. Masih sangat lekat di benakku, takkan pernah aku bosan, entah untuk kesekian kalinya pergi ke Yogya. Tetapi kali ini, aku pergi untuk tujuan yang berbeda. Bersekolah dengan latar belakang budaya yang lain dari tempat asalku berada. Impianku masih tetap sama, walau tidak menyangka pada akhirnya mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekedar impian. Yaitu kenangan.

Ada satu yang tak pernah lupa dari kenangan ini. Sepanjang aku menyusuri Jl. AM. Sangaji, sebelah utara Tugu Yogya, masih kuingat dirinya; berdiri di selasar parkiran motor sekolah, sambil membawakan sepotong es krim di tengah cuaca panas Yogya, 4 tahun yang lalu. Aku tertawa membayangkan kejadian itu, ketika es krim yang ada mulai mencair karena orang yang ditunggu tak juga datang. Aku memang terlambat menepati janji, tapi dia tidak marah. Padahal yang aku bayangkan dia akan marah karena lama menunggu, juga tangannya lengket akibat es krim yang meleleh. Ini satu yang kusuka dari Yogya, orang-orangnya istimewa. Begitu juga dengannya :)

Ya, Yogya lebih dari sekedar istimewa. Untuk kali ini, kami berdua sepakat. Tak akan ada yang mampu menandingi lelahnya berkendara dan naik bukit, untuk melihat indahnya seisi Yogya dari Kalibiru. Tak akan ada yang bisa menggantikan enaknya lotis pedas Batas Kota kesukaan kami. Tak akan ada yang sanggup meluruhkan kenangan terbaik, saat dirinya menyematkan kalung di leherku, dengan saksi pohon beringin kembar di Alun-Alun Kidul Yogya. Dan berjanji akan menemuiku lagi di tempat yang sama, dengan harapan yang sama, tapi di waktu yang berbeda.


Sekarang, dia sudah pindah. Melabuhkan mimpi-mimpi di ibukota. Tetapi Yogya masih menyapanya, dan percaya bahwa lelaki yang bijaksana, akan selalu menepati janji kepada wanita terbaiknya. Semoga.




Tidak ada komentar :

Posting Komentar