. tentang fiksi dan cerita diri .

Kesetaraan atau Kemapanan?

/Kalau kamu tahu, kita ini sama lho.
 *Maksudnya sama?
/Iya, kita ini setara
*Setara dalam hal apa?
/Segalanya. Termasuk kesempatan yang sama.
*Hanya itu?
/Lebih dari itu, cantik.. Pernahkah kamu membayangkan sekarang kita ada dimana?
*Umm. Dimana ada aku, kamu juga ada. Begitu kah maksudnya?
/Kita ada disini. Di bawah. Hanya saat ini.
*Tetapi aku menginginkan sesuatu hal yang lebih tinggi. Lebih baik hanya dari sekedar "di bawah". Di atas, mungkin?
/Aku pun sama denganmu.
*Jadi, kita?
/Lihat, kita sama kan? Bahkan tanpa didahului adanya suatu perjanjian.
*Kesetaraan kita ternyata hanya sesederhana itu ya.
(Hening beberapa saat)
*Pernahkah kamu bayangkan, kesederhanaan itu berubah menjadi suatu hal yang patut dibanggakan?
/Untuk itulah aku disini. Di bawah. Dan kamu juga. Kita masih di tempat yang sama. Tapi ingat, hanya saat ini. Bukan besok, atau nanti. Sepertinya garis ini memberi kita kesempatan untuk menjalaninya bersama demi mencapai hal yang lebih tinggi.
*Aku dan kamu. Kesetaraan demi sebuah kemapanan. Begitu kan?
/It's always be you. Jalan pikirmu yang berbeda dan selalu bisa mengubahnya menjadi suatu hal yang positif. Tidak pernah aku mengenalmu sebaik saat kamu membicarakan hal-hal seperti ini. Sekarang pertanyaannya, bisakah kita?
*Mau tau jawabannya? HARUS. Sesederhana itu bukan?
/Kamu mau tahu apa luar biasanya dari brainlogi antara aku dan kamu sekarang?
*Bolehkah aku menggeleng? Tidak. Memangnya apa?
/Suatu hal yang tidak kita rencanakan, ternyata itu sama seperti yang kita pikirkan. Dan tanpa adanya perjanjian pun, ternyata hasilnya jauh lebih baik dari apa yang kita upayakan. Aku dan kamu selalu menunjukkan komitmen walaupun tidak ada perjanjian. Mungkin inilah hebatnya arti kepercayaan.


Yogyakarta, di suatu sore yang cerah antara 4 atau 5 tahun yang lalu
SNA  OBK

Tidak ada komentar :

Posting Komentar