. tentang fiksi dan cerita diri .

Permohonan Hati



Tuhan, aku mohon....
Tuhan, aku pinta....
Tuhan, aku ingin....
Tuhan, aku mau....


Berkali-kali resahku terpanjat
Berharap butir-butirnya terbalaskan
Walau kutahu tak akan dalam sekejap
Ya Tuhan, dengan segala hormat
Aku mohon....
Aku pinta....
Aku ingin....
Aku mau....
Tapi apa balasanku?
Mana keikhlasanku?
Lima waktuku?
Duhaku?
Tahajudku?
Shadaqahku?
Tadarusku?
Shaumku?
Amalan ilmuku?
Rasa bersyukurku?
Ya Allah Ya Rabb..
Sehina inikah diriku Tuhan?
Hanya untuk sekedar meminta?
Dan mengharap belas kasihMu?


Tetes hujan mengusik, membangunkanku dari tidur sejenak. Di atas gumpalan serat halus kain panjang ini, kulihat ada beberapa lingkaran dengan ukuran berbeda, terbentuk di sehelai kertas yang terselip di bawah tangan. Kupejamkan mata. Sekejap bisa merasakan kejadian beberapa menit lalu. Dalam diam aku terpekur, melanjutkan putusnya jeritan hati, kemudian bersimpuh.



Dalam goresan pena, hati ini masih tetap memohon,
Btrmn.Smg, 070613,1845.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar