. tentang fiksi dan cerita diri .

Pecah



Aku disini tiada henti
Berjalan perlahan
Menyeret kaki
Sesekali terdiam
Memikirkan banyaknya kejadian

Tak terasa sudah tiba
Di tempat yang tepat
Tepat dimana aku menginjakkan kaki
Walau tajam dan sayatan kerikil
Langkah ini tetap bergerak, pasti

Tapi semuanya pecah
Saat dimana ada hati yg tak tergugah
Satu sisi berulah
Satu sisi mengalah
Dan takdirnya pasrah


Jalan ini hanya sepanjang galah
Banyak bekas luka dan nanah
Entah itu nyata atau bayang belaka
Yang jelas cuma ada;
Metafora yang pecah, kalah
Hanya karena sebuah
Pikiran yang telah digubah

Tidak ada komentar :

Posting Komentar