Sofy Nito

. tentang fiksi dan cerita diri .

Saya Koleris-Sanguinis, Kalau Kamu?? (WAJIB BACA)

Beberapa minggu yang lalu, saya iseng melakukan penelitian dengan membuat beberapa daftar pilihan pertanyaan dalam bentuk angket atau kuesioner. Target respondennya adalah orang-orang terdekat, yaitu Papa, Mama, Helmi, Fachri, dan Rizqi. Sebenarnya postingan ini sekaligus membayar lunas janji yang saya utarakan kepada beberapa teman yang menagih update posting (Maaf ya, baru sempat ditulis sekarang J)

Siip, langsung aja ya. Penelitian yang saya buat kemarin mengenai sifat kepribadian manusia. Udah pada pernah denger kan ya, atau malah baru dengar kali ini? Okay, let me tell you bout this.



Manusia memiliki empat kategori sifat kepribadian unik, yang mencerminkan karakteristik apa saja dari person tersebut. Saya sudah lama belajar mengenai hal ini dari internet dan beberapa buku yang dibaca (antara lain Personality Plus karangan Florence Littauer, this is recommended for you guys). Tapi sebelumnya, saya ingin bertanya, “Apakah teman-teman pernah memiliki masalah dengan seseorang dan tak kunjung selesai?” atau “Apakah ada beberapa diantara kalian yang masih merasa belum menemukan kecocokan dalam urusan study bahkan karier?”. Jawabannya ternyata ada di dalam diri sendiri, sejauh apa teman-teman memahami kepribadian masing-masing sehingga dengan itu kalian dapat memahami orang lain. “Sama diri sendiri aja kaga kenal, gimana mau ngertiin orang laen?” Nahlo!

Begini, saya mau cerita sedikit ya. Saya ini termasuk tipe orang yang memiliki kemauan kuat (passionate), tidak sabaran dan cenderung grusa-grusu, dan benci ketika harus menunggu. Saya juga merasa tidak dilahirkan sebagai orang yang pintar, namun terlahir sebagai orang yang tekun. Keinginan yang kuat selalu berorientasi pada proses (saya memang penikmat segala proses, baca disini). Saya juga independent, optimis, dan bisa memimpin orang lain. Tetapi kelemahannya ya itu tadi, buru-buru, tidak sabaran, kalau becandaan kadang “offense”, dan tidak peka (lebih lengkapnya mengenai diri saya, bisa dibaca disini). Ya, saya termasuk tipe orang koleris yang kuat. Bahkan, koleris saya ini terlalu dominan daripada ketiga tipe sifat lainnya. Koleris merupakan tipe primer, sedangkan tipe sekundernya adalah sanguinis. Sehingga tipe kepribadian saya merupakan kombinasi yang khas yaitu Koleris-Sanguinis (Koleris 35%, Sanguinis 27,5%, Plegmatis 25%, dan Melankolis 12,5%). Dari beberapa pengamatan yang dilakukan terhadap orang-orang di sekitar, Alhamdulillah saya belum pernah salah “menebak” sifat kepribadian orang lain. Ya, walau mungkin tebakannya tidak selalu tepat di sifat primer, setidaknya sifat yang saya tebak ada di tipe sekunder. Hal ini mungkin didapatkan karena sudah benar-benar memahami sifat saya; bagaimana cara mengatasi kekuatan dan kelemahan, serta bagaimana cara saya memperlakukan orang lain dengan baik melalui pemahaman terhadap diri sendiri. Saya patut mengucapkan terimakasih kepada Claudius Galen, seorang dokter dan filsuf Yunani kuno yang hidup pada tahun 129-200 Masehi yang menjelaskan mengenai empat tipe kepribadian: Sanguinis, Plegmatis, Koleris, dan Melankolis. 

Menurut saya pribadi, pemahaman terhadap diri sendiri sangat penting dan mutlak bagi pencapaian kesuksesan seseorang dalam hal relationship dan jejaring, karier/study, pemecahan masalah, dan segala aspek yang berkaitan dengan sisi kehidupan. Saya jujur saja prihatin dengan berbagai pengamatan yang saya lakukan mengenai orang-orang di sekitar yang memiliki masalah dalam hal interpersonal, keluarga, organisasi, atau bahkan masalah klasik sekali pun mengenai percintaan. Pengamatan tidak berhenti sampai disitu saja karena saya masih mengamati interaksi yang terjadi diantara keduanya, respon apa saja yang disampaikan, apakah ada interferensi yang menghambat, serta feedback seperti apakah yang akan diberikan. 


Dari penelitian yang telah saya buat, hasilnya ternyata cukup mengejutkan. Bagaimana tidak, tinggal serumah bertahun-tahun dengan keluarga tetapi baru mengetahui karakteristik sifat dasar mereka (secara tertulis melalui penelitian) baru-baru ini. Yah, andaikata sudah melakukan penelitian iseng ini sejak awal, tentu saya pasti lebih bisa memahami mereka dan mereka pun juga lebih memahami saya. Tentu saja sebelum meneliti sifat dasar mereka, saya menjadikan diri sendiri sebagai kelinci percobaan untuk tes yang telah dibuat. Berikut merupakan hasil penelitian saya, cekidot:

1. Papa : memiliki tipe kepribadian Plegmatis-Koleris yang rendah hati, tenang, dan memiliki keinginan yang kuat. Papa menurut saya sangat konsisten terhadap apa yang dilakukan dan diajarkan kepada anak-anaknya. Asal tahu saja, ternyata orang tua yang memiliki tipe kepribadian Plegmatis mendapatkan titel sebagai “orang tua yang sangat baik”. (Plegmatis 35%, Koleris 25%, Sanguinis dan Melankolis imbang 20%)

2. Mama : memiliki tipe kepribadian Koleris sangat kuat, dengan diimbangi sifat Melankolis. Menurut saya tipe kepribadian ini sangat sempurna dan mungkin jarang ditemukan karena perpaduannya yang bertolak belakang. Dengan sifat kolerisnya yang benar-benar kuat, Mama adalah sosok ibu yang menurut saya “sangat struggle” dan “sangat lemah lembut”. (Mungkin sifat Koleris Mama yang begitu kuat menurun pada saya -,-. Koleris 40%, Melankolis 22,5%, Sanguinis 20%, dan Plegmatis 17,5%)

3. Helmi : memiliki tipe kepribadian sangat dominan di Plegmatis dan diikuti tipe Sanguinis. Dengan kepribadiannya yang tenang, tetapi menurut saya cerdas. Dia bahkan bisa menjadi penengah masalah sekaligus memiliki sisi humor yang baik. (Plegmatis 47,5%, Sanguinis 25%, Melankolis 20%, dan Koleris 7,5%)

4. Fachri : memiliki tipe kepribadian Sanguinis-Plegmatis yang menurut saya periang, ceria, (memang) “senang bersenang-senang”, dan kreatif. Sanguinis yang populer diikuti dengan plegmatis yang baik hati dan simpatik, menurut saya dia memang “adik yang penurut”. (Sanguinis 35%, Plegmatis 30%, Melankolis 27,5%, dan Koleris 7,5%)

5. Rizqi : memiliki tipe kepribadian Plegmatis-Sanguinis (sama dengan Helmi, ternyata ini sebabnya mereka sering bertengkar -_-). Menurut saya, Rizqi adalah tipe orang yang peka, cakap dalam melakukan suatu hal, serta pandai bicara. Dia memiliki ingatan yang kuat mengenai sesuatu dan penuh rasa ingin tahu. (Plegmatis 35%, Sanguinis 30%, Melankolis 22,5%, dan Koleris 12,5%)

Perlu diingat, dari tipe-tipe kepribadian tadi tidak selalu dijadikan patokan seseorang dalam melakukan suatu hal. Misalnya, saya sendiri dalam hal pencapaian target adalah tipe orang yang bersungguh-sungguh (koleris), namun di sisi yang lain saya cenderung tipe orang yang tidak mau ambil pusing atau terlalu ambisius (stay woles, keep plegmatis). Sifat-sifat tersebut tidak kaku dan tidak berlaku dalam setiap kondisi yang dialami.

Dari hasil penelitian tadi, mungkin beberapa diantara pembaca masih bingung perbedaan antara keempat tipe kepribadian tersebut. Nih, langsung lihat penjelasannya ya (diambil dari buku Personality Plus):

1. Sanguinis si Populer
Kelebihan
+Kepribadian menarik dan populer
+Suka berbicara
+Rasa humor hebat
+Emosional dan demonstratif
+Periang dan penuh semangat
+Berhati tulus dan polos
+Hidup di masa sekarang
+Mudah berteman
+Menyenangkan dan spontan
+Bukan pendendam

Kekurangan
-Egois
-Terlalu suka bercanda sehingga terkesan kurang serius
-Mudah ikut-ikutan, tidak memiliki pendirian yang tetap
-Bersenang-senang (lebih memikirkan menghabiskan uang daripada menghasilkan uang)
-Konsentrasi jangka pendek
-Pelupa dan kurang tekun
-Tidak disiplin
-Membesar-besarkan masalah

Cara untuk mengatasi kekurangan
*Mulai mengurangi frekuensi berbicara
*Berhenti membesarkan masalah dan mencoba peka terhadap kepentingan orang lain
*Belajarlah untuk mendengarkan
*Dahulukan kepentingan orang lain

2. Melankolis yang Sempurna
Kelebihan
+Cenderung jenius
+Analitis, mendalam, dan penuh pikiran
+Artistik atau musikal
+Filosofis dan puitis
+Perasa dan mau berkorban
+Idealis
+Berorientasi pada jadwal
+Mau mendengarkan keluhan
+Setia dan berbakti
+Suka di balik layar, menghindari perhatian

Kekurangan
-Perfeksionis
-Mudah terharu
-Sensitif dan skeptis/curigaan
-Cenderung melihat masalah dari sisi negatifnya terlebih dahulu
-Mudah merasa bersalah dan pendendam
-Sulit bersosialisasi
-Hidup di masa lalu
-Moody dan pesimis

Cara untuk mengatasi kekurangan
*Carilah segi positif, dream and think big!
*Jangan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk merencanakan
*Kendurkan standar yang dimiliki
*Banyak bersyukur karena telah memahami watak diri sendiri
*Orientasikan pada tujuan, bukan cara yang telah ditempuh sebelumnya

3. Koleris yang Kuat
Kelebihan
+Berbakat pemimpin
+Dinamis, aktif, dan berani menghadapi tantangan
+Sangat memerlukan perubahan
+Berkemauan kuat dan tegas
+Tidak mudah patah semangat
+Bebas dan mandiri
+Menetapkan tujuan dan hidup di masa depan
+Melihat seluruh gambaran
+Produktif dan dapat diandalkan
+Praktis dan sigap
+Biasanya selalu benar

Kelemahan
-Tidak sabar dan terburu-buru, mudah marah
-Worksholic
-Terlalu kuat
-Senang memerintah/bossy
-Sulit mengaku salah dan meminta maaf
-Tidak suka hal yang rinci dan bertele-tele
-Cenderung sarkastis
-Tidak peka

Cara mengatasi kelemahan
*Cobalah untuk rileks
*Singkirkan tekanan dari orang lain
*Rencanakan kegiatan di waktu senggang
*Jangan menyepelekan orang lain
*Latih kesabaran dan perlunak rasa terhadap orang lain (coba untuk peka)
*Belajarlah meminta maaf

4. Plegmatis yang Damai
Kelebihan
+Rendah hati, mudah bergaul, dan santai
+Simpatik
+Bisa menerima keadaan/apa adanya
+Orangtua yang baik
+Tidak tergesa-gesa dan tidak mudah marah
+Menjadi penengah masalah
+Pendengar yang baik
+Memiliki selera humor yang menggigit
+Punya banyak teman
+Memiliki rasa belas kasihan dan perhatian
+Mampu menemukan cara yang mudah
+Tidak banyak bicara dan cenderung bijaksana
+Pengamat yang baik
+Sanggup bekerja di bawah tekanan

Kelemahan
-Menghindari konflik, cenderung cari aman
-Sulit memotivasi diri sendiri
-Terkesan malas dan kurang antusias
-Tidak terlalu suka terlibat
-Suka menunda-nunda
-Kurang berorientasi pada tujuan
-Tidak tegas
-Penakut dan mudah kawatir
-Yes man

Cara mengatasi kelemahan
*Miliki antusiasme dan belajar untuk memotivasi diri
*Cobalah sesuatu yang baru
*Belajarlah menerima tanggung jawab dan risiko
*Komunikasikan apa yang dirasakan dengan orang lain
*Berlatihlah membuat keputusan
*Latih kebiasaan untuk mengerjakan langsung tugas yang telah diberikan


Yak, tipe kepribadian di atas merupakan hal dasar yang harus dipahami oleh setiap individu untuk bisa memahami diri sendiri dan orang lain, mengembangkan kepribadian yang dimiliki, dan mampu menikmati anugrah Tuhan yang diberikan kepada kita dari sifat-sifat unik tersebut. Lain halnya dengan tipe kepribadian Sanguinis Melankolis Koleris Plegmatis, saya juga mengikuti tes MBTI (Myer Briggs Type Indicator) yang banyak orang mengatakan hasil tesnya akurat. MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan anaknya, Isabel Briggs Myers berdasarkan teori kepribadian Carl Gustav Jung. Menurut saya pribadi sih, tes ini akurat atau tidaknya bisa dibuktikan melalui tujuan penggunaannya. MBTI cocok untuk pemilihan karier dan peminatan seseorang terhadap suatu pekerjaan atau bidang ilmu tertentu, ya sekali lagi ini opini saya.

MBTI memetakan 4 dimensi yang masing-masing saling dikotomis (bertolak belakang) kemudian menguraikannya menjadi 16 tipe kepribadian:
Dimensi pertama: Ekstrovert (E) vs Introvert (I), yang melihat orientasi energi kita ke dalam atau ke luar
Dimensi kedua   : Sensing (S) vs Intuition (N), yang melihat bagaimana individu memproses data
Dimensi ketiga   : Thinking (T) vs Feeling (F), yang melihat bagaimana individu mengambil keputusan
Dimensi keempat: Judging (J) vs Perceiving (P), yang melihat derajat fleksibilitas seseorang


Berikut hasil tes yang saya uji coba pada dua model tes MBTI yang berbeda, namun menghasilkan jawaban yang sama yaitu saya memiliki tipe kepribadian ENTP (The Originator - Ekstrovert, Intuition, Thinking, Perceiving)




Apa itu ENTP? Lebih jelasnya tertera di gambar


Dan ini yang paling mengejutkan saya, pilihan profesi yang saya idamkan ternyata muncul disini, taraaaa!


Yah karena ternyata profesi yang berkaitan dengan keuangan tidak ada disitu, mungkin saya musti menimbang untuk mencoret manajemen keuangan dari daftar penjurusan yang akan saya ambil nanti (FYI, saya bingung nanti akan ambil manajemen keuangan atau manajemen pemasaran di semester 5). Mungkin ini jawaban dari doa dan mimpi saya secara tidak langsung #halah.


Oya, ternyata ENTP memiliki pasangan alamiah lho! Yaitu INTJ (orang yang berprofesi sebagai peneliti, ilmuwan, insinyur, teknisi, pengajar, profesor, dokter, R&D, business analyst, sistem analyst, pengacara, hakim, programmers, dan posisi strategis dalam organisasi) atau cocok dengan INFP (orang yang berprofesi sebagai penulis, sastrawan, konselor, psikolog, pengajar, seniman, rohaniawan, bidang hospitality)


Itulah tadi serangkaian tes kepribadian yang sudah saya teliti dan ikuti. Saya Koleris-Sanguinis, juga ENTP, kalau kamu?? ;)

25 komentar :

Posting Komentar

Just Posted An Article


It has been so long since vocational, writing in English. Heaven knows how many sentence are spooky, but I don’t care. Whether it is true or false, there’s too much other meanings could be explore if I try to stretch it. Uhm there’s some that I would like to say, I mean, I would like to write:

One. I dissapointed.
Who makes you dissapointed? No one.
So, what? You don’t know if you don’t experience
Why? C’mon, go on! Ehm, okay. I don’t wanna be a loser ye know. For some reasons, I can make a promise. Especially a promise to my self. But, don’t you know? I almost forgot (or forgottable?), ignore it, even broke it up. It is happened in all of my “unimportant” conditions such as amma wrote to post the article in English 2 weeks again (re : 2 months ago). Maybe I’ve got my scatty.

Two. My office got crushed and still 20 days to alive and I can’t fix it. So what should I do?
Three. I must try to reach my best result on final exam. I kid it not. Just bring your A-game, sweety!
Four. I just met up w/ awhole ‘nother person. Sometimes familiarity breeds contempt, and I don’t wanna be like that, absotively. I always related to this “bad news”, and feeling so sad. Hopefully, I wish I could brush up on from my many booboo that I’ve took.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Inikah Kebosanan?


Sejatinya bosan adalah sebuah titik dimana bisa menjadi batu loncatan. Titik dimana menjadi momentum yang tepat untuk berpijak di dua tempat: yang lebih rendah, atau yang lebih tinggi. 
Bosan bukan hanya bicara tentang jenuh atau lelah. Itu bisa tentang perubahan, atau seseorang terkadang menyebutnya sebagai sesuatu yang revolusioner. Yah, penggebrak. Penggebrak perubahan.

Bosan bisa menjadi tempat buraian. Buraian terhadap eksplorasi diri.

Bosan bisa menjadi rekahan suatu pemahaman. Pemahaman terhadap sesuatu hal yang ingin diubah.
Bosan bisa menjadi pembeda. Pembeda terhadap apa yang sudah-sudah, dan apa yang akan dilakukan.



Aku selalu ingin menjadi lebih dan lebih.

Semarang, 24 November 2013. 23:46
Sofy Nito Amalia


-Dirangkai acak dari kata-kata yang tersebar di buku-buku milik penulis-

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Saya Ndak Mau Jadi Abal-abal



Akhir-akhir ini saya banyak merenung. Sudah tiga semester kuliah berjalan, tapi rasanya saya belum dapat apa-apa selain melakoni rutinitas. Bangun tidur--kuliah—rapat, ngeproject--garap tugas—sesekali maen—banyak lembur—tidur—bangun lagi--dst. Dari rutinitas tadi memang banyak sekali pengalaman dan manfaatnya. Tapi hari ini adalah hari dimana puncaknya saya “banyak melamun” di tengah perkuliahan akuntansi manajemen siang tadi. Tahu kenapa?

Rupa-rupanya penjelasan ibu dosen tadi secara tidak sadar saya perhatikan, namun pikiran ini liar terbang entah kemana. Otak muter tidak jelas, tiba-tiba inget jaman semester satu waktu masih dapet pengantar akuntansi. Semester dua dapet akuntansi biaya. Semester tiga akuntansi manajemen. Semakin meningkat level “keakuntansiannya”, semakin jebloklah saya disitu. Oke, semester awal saya sangat beruntung dapet B. Di akuntansi biaya, apeslah karena dapet C. Dan semester ini entah saya dapet berapa. UTS kemarin mungkin nilainya 0, yah namanya juga MUNGKIN. Lain akuntansi, lain lagi ilmu ekonomi. Di semester satu ilmu pengantar ekonomi saya lagi-lagi dapet C. Waktu itu saya sangat-sangat tidak paham apa itu yang namanya elastisitas, break even point, agregat perekonomian negara, dan masih banyak lagi. Bayangkan saja, saya yang dulu di STM biasa crimping kabel UTP, praktek setting jaringan, dan manjat tower, sekarang disuruh duduk diam anteng sedakep di kelas lalu berusaha memahami semua teori ekonomi. What you are thinking about? @#$%&*^*(

Saya ingat sekali dulu pernah bilang sama dosen ilmu ekonomi itu, “Pak, tolong sekali pelan-pelan menerangkannya, saya belum pernah dapat IPS secara penuh pak. Saya dulu anak STM. Saya juga ikut SNMPTN tidak pernah ikut bimbel dan belajar otodidak” (jujur saja saya kesal karena dosen itu sering bilang bahwa soal yang dia terangkan adalah soal snmptn yang sering diajarkan di bimbel-bimbel). Dosen pun terdiam melongo dan kaget dengan pernyataan blak-blakan tadi.
**

Lamunan tadi akhirnya balik lagi setelah saya melihat sebuah titik hitam di whiteboard yang ternyata adalah noda spidol. “Oh iya sekarang aku masih di kelas”. Baru nyadar daritadi mikirin yang lain, untung ga dimarahin dosen. Kalo diingat-ingat lagi, bener juga ya yang dipikirin tadi. Posisi saya disini adalah semacam “KOPONG” tentang hal-hal yang berbau dengan akuntansi dan ilmu ekonomi. Di saat teman-teman yang lain sudah bisa mengerjakan soal, saya masih roaming, berpikir lalu loading untuk memahami apa maksud dari soal itu. Jujur saja saya memang kurang dalam memahami mata kuliah non manajemen, tapi saya masih berusaha keras untuk itu. Beruntungnya, orang tua tidak pernah sekali pun memarahi jika nilai C menghiasi KHS saya. Mereka paham betul jerih payah saya dalam menjalani ini semua. Saya juga tidak malu kalo masih kurang ini itu, buka aib dan pamer nilai C untuk mata kuliah tertentu. Karena ya ini proses belajar. Jelek yaudah biarin, terus tingkatin lagi. Kalo jelek lagi berarti belum paham. Kalo jelek terus ya mungkin nasib. Tapi kalo udah pinter, terus ngapain kuliah hah?
**

“Tuh kan ngelamun mikirin lagi. Ampun dah.”
Ini entah sudah sadar yang kesekian kalinya. Dan yang terakhir tadi itu mikirin hal yang serandom-randomnya. Coba bayangkan, di tengah-tengah situasi hening dosen lagi menerangkan variable costing, saya masih sempat-sempatnya ngedumel ngebatin: “Gila ini matkul, daritadi mantengin ga paham-paham, masih lebih gampang belajar subnetting networking!”. Astaga, rupanya virus gagal move on pun kumat lagi L --feeling sad.
Yah, ini emang ujung-ujungnya ngebahas gagal move on. Mau gimana lagi kalo udah cinta, ya susah mau berpaling ke yang lain. Kalo udah suka sama suatu bidang, ya susah buat berpaling ke bidang yang lain. Woy jadi orang jangan idealis dong!. Justru kalo ngomongin passion harus spesifik & musti idealis men!. Dua sisi batin yang saling bertolak belakang pun memberontak. Sekali lagi, perenungan ini pasti berujung pada pemberontakan. Konflik batin.
**

Sudah. Saya sudah capek perang. Perang karena mikirin yang enggak-enggak. Saya mau fokus. Masih ada lima semester (mungkin kurang) ke depan untuk merubah sesuatu dari kopong menjadi berbobot. Saya tidak mengejar target harus lulus cepat, walau saya ingin. Tapi saya lebih ingin lulus di saat yang tepat. Keadaan ini sudah gelap juga terlanjur jatuh, maka saya harus berdiri dan terkadang merunduk, meraba-raba mencari jalan keluarnya. Kondisi ini sudah basah dan tenggelam didesak tekanan, maka saya harus bergerak untuk berenang dan menyusuri hingga muaranya. Berjuanglah, apapun bidang yang ditempuh. Berproseslah, itu semua jalanmu. Dan sekarang saya sudah yakin. Saya ndak mau jadi abal-abal.


Sedang berusaha melaksanakan dreamlist,
Sofy Nito Amalia

4 komentar :

Posting Komentar

Halooo! (Sekedar Sapaan)



Hai blog! Seneng banget rasanya bisa nulis & ngepost lagi setelah 3 minggu (mungkin lebih) hiatus*. Project seminar nasional Enfution kemaren dan aktifitas kuliah jujur aja banyak banget nyita waktu, sampe-sampe "belum bisa" nulis. Belum bisa ya, bukan belum sempet. Karena sebenernya kalau mau nyempetin pun masih bisa posting. Contohnya kaya gini, lagi sakit pun tapi jari rasanya gatel (bukan pengen garuk-garuk ya haha), gatel pengen ngetik maksudnya.

Tiga minggu kemaren tu campur aduk banget. Antara semangat udah makin deket hari H, cape gara-gara hampir tiap hari pulang antara jam 12-3 pagi, pikiran yang buyar kemana-mana sampe-sampe diajakin ngomong kadang ngelantur. Nano-nano bener dah ga nguatin. Tapi alhamdulillah semuanya selesai secara luar biasa kok :) Terimakasih Ya Allah.

Kaya hukum alam, ada sebab pasti ada akibat. Disebabkan beberapa minggu kemaren yang absurd, alhasil banyak akibat yang terjadi, beberapa diantaranya:
1. Kewalahan nyalin catetan, ngejar tugas, dan segala macam "mengejar" hal-hal yang berhubungan sama akademik. (Sebab: beberapa kali ga masuk kuliah dan kadang ketiduran di dalem kelas -_-)
2. Sering ngelantur, lupaan, kalo diajak ngobrol ga nyambung. (Sebab: gatau, kalo dijabarin takutnya ngelantur lagi)
3. Belum balik rumah, hanya untuk sekedar ambil beras hahaha. (Sebab: rutinitas kali ini lebih singkat, hanya FEB-Kosan. Bukan FEB-Kosan-Rumah)
4. Sekarang sakit. (Sebab: sering begadang, pulang pagi, pola makan ga teratur, dan absen jogging pagi)
5. Sehari aktifitas tidur bisa lebih dari jatah normal. (Sebab: mungkin aku lelah)
Daaan sebab akibat laen yang rasanya ga perlu dipublish disini.

Sebenernya masih pengen ngetik beberapa lagi disini, cuman karena bersin dan mata makin sayu lihat monitor, kayanya udahan dulu aja deh ya. Lagi mau manjain badan lebih dan lebih, takut ngambek lagi dia. Tulisan ini buat intermezzo aja sih, biar aku ga kaget mau nulis "yang bener-bener nulis" (Baca: bukan cuma curhatan doang).

Oh ya, minggu depan aku mau coba posting pake Slanglish lho! Slanglish nya aku ambil dari British, Amrik, juga Aussy. Masih belajar dikit-dikit ni nulis pake Inggris gaul. Moga sih makin lancar Englishnya. Jadi, ikuti terus ya postinganku :D !
Tunggu lagi minggu depan ya.. Xie-xie* and Ciao!


*hiatus: istilah di dunia blogging yang artinya rehat dari ngeblog beberapa waktu

*xie-xie: terimakasih (dalam Bahasa Mandarin)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

I HAVE TO REACH THESE DREAMLIST


Bismillahirrahmaanirrahiim.
I was wrote a lot of dreams to convince that I can through it all. Prove that you are strong, you should, and you tough!

I HAVE TO REACH THESE Short Term - DreamList
1. IP tiap semester > 3,5
2. 10.000 visitors blog dalam waktu setahun
3. Nerbitin buku bestseller
4. Hafal Al-Qur’an Juzz 30
5. Maen ke klenteng Sam Poo Kong dan foto pake cheongsam
6. Launching Bisadia Tour
7. Punya domain www.sofynito.com, ngelola web pribadi secara professional
8. Liburan ke Bali
9. 55/160 => 49/160
10. Nonton orchestra/wayang/pentas budaya/teater di Taman Budaya Yogyakarta dan TIM (atau gedung kesenian lain di Jakarta)
11. Fluent in English on 4 aspects (S, R, L, W)
12. Sanggup lari keliling stadion 6 kali kurang dari 30 menit
13. Foto studio sama keluarga, foto studio sama Baba Family
14. Belajar gambar, maen gitar, dan nyetir mobil secara otodidak
15. Jadi penulis artikel lepas di sebuah website ternama
16. Ngajar dan jadi volunteer di yayasan/komunitas
17. Naek motor sendirian keliling Jogja seharian penuh
18. Nge-design Hall of Fame di kamar buat penghargaan atas diri sendiri
19. Dapet medali emas / juara 1 kejuaraan apa pun
20. Cave Tubing ke Pindul
21. Pinter PHP, CSS, Java + lancar script networking
22. Punya All-In-One-Desktop-PC w/ Phenom II X6 atau i5 (sebangsa spec jenis tersebut di masa saat itu) dan beli pake duit jerih payah sendiri
23. Menyelenggarakan suatu event skala besar
24. Nulis cerita dengan lancar pake Slanglish
25. Bikin project kesenian kerjasama sama Sanggar Arsari dan Langit Inspirasi nya Mas Ophan
26. Ke Sepanjang/Sundak/Siyung/Glagah/Drini/Kukup sama Mas Oki
27. Makan tengkleng dan ronde coklat Salatiga
28. Punya soundcloud dan rekaman bareng Fachri
29. Nulis beberapa artikel pake Bahasa Inggris di blog sendiri
30. Punya paspor sama visa

I HAVE TO REACH THESE Long Term - DreamList
1. Kebebasan waktu dan finansial
2. Punya perpustakaan skala giga
3. Membangun Masjid Firdaus + sekompleks sama Sekolah Subasitha
4. Jadi penulis terkenal Internasional
5. Naik haji dan menghajikan Papa Mama
6. Creativepreneur di bidang web & design
7. Punya rumah sederhana yang dibelakangnya ada lapangan basket
8. Diving di Raja Ampat
9. Menikah di usia 24 tahun
10. Nonton langsung EPL di Inggris
11. Honeymoon ke Kuta, Senggigi, dan Gilitrawangan
12. Punya agrowisata kebun durian
13. Menanam 1 pohon di belakang rumah tiap punya 1 anak
14. Bikin program “Sepuluh Juta Buku Untuk Anak Indonesia”
15. Nonton konser Avenged Sevenfold/Simple Plan
16. Punya sekolah murah buat design, web, dan semua tentang IT supaya angka gaptek di Indonesia rendah

*The number is not included in the order of achievements. Timeline is keep by my self.
Have been writen with spesific, faith, and high desire.
Semoga Allah meridhoi apa-apa yang sudah saya tulis di sini.
Semarang, 8 September 2013.
Sofy Nito Amalia

6 komentar :

Posting Komentar

Terdesak oleh Tanya?


Sebenarnya apa yang kamu pikirkan saat ini?

Ketika semuanya serasa berputar di otakmu,
Dan saat beberapa pikiran terbayang memenuhi imajimu?
Akankah kamu memahami sebenarnya apa yang terjadi?

Beratus-ratus kali kupikirkan kembali,

Apakah ini halnya kehidupan yang berarti?
Yang benar-benar kupahami?
Yang selalu kusyukuri?
Atau malah kucaci maki?

Tulisan ini mungkin kau anggap sebagai cerca,

Kumpulan alphabet hampa,
Kosong tak bermakna
Tak ada kekuatan asa

Haah!

Gerogot sesak memenuhi rongga dada
Mendesak diafragma
Melaju, lalu berhenti diantara

Sadarlah!

Meski aku tak bisa bersuara
Meski kau anggap ini sebagai perantara
Tapi jangan jengah,
Ketika aku bermain denganmu
Melalui kekuatan seribu kata
Dan yakinku bisa membuatmu terlena


Ditulis di sekertas notes usang, sore hari, 4 September 2013

Depan Gedung PKM FEB UNDIP, 15:43

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Event Organizer, Disinilah Aku Banyak Belajar


Aku sangat bersyukur di tahun setelah lulus STM, Allah tidak mengijinkanku untuk diterima di Sistem Informasi Universitas Indonesia ataupun Teknik Informatika Universitas Gadjahmada. Mungkin jika takdirnya aku kuliah di salah satu universitas ter-waow itu, aku ga akan nyebur ke dunia antah berantah yang sebelumnya begitu asing buatku, dunia event organizer. Singkat cerita, lulus tahun 2011 dari STM 1 Yogyakarta jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, gagal SNMPTN, kemudian bekerja menjadi staff IT di sebuah perusahaan PCO swasta di Jakarta. PCO, apaan tuh? PCO--Professional Convention Organizer yang biasanya menyelenggarakan MICE (Meeting Incentive Convention Exhibition). Ringkasnya, PCO itu hampir sama dengan EO, bedanya PCO lebih ngurus ke event yang lebih besar atau skalanya internasional. Ibaratnya PCO itu ayahnya EO J

Awalnya sih, status title ku disana lebih ke ngurusin hal-hal yang berkaitan dengan admin, jaringan kantor, dan apa pun yang berkaitan dengan IT. Namun, seiring berjalannya waktu, title itu dirangkap dan berubah menjadi administration & accounting staff. Rada ga nyambung memang sama jurusan di STM ya –a. Tapi ya begitulah adanya. Namanya bekerja di perusahaan PCO, ga bakal ga nyemplung ngurusin event ato hal-hal yang berkaitan sama acara. Disana, selain belajar tentang pekerjaan utama, lama kelamaan aku merasakan keseruan gimana asyiknya rapat koordinasi team, gimana caranya nyusun rundown dan timeline yang tepat, buat RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang proyeksinya sesuai, sampai eksekusi event pas sama target yang udah ditentukan. Semuanya bener-bener dipelajarin dari nol. Dari jamannya aku gatau apa itu yang namanya PIC (Person in Charge), sampai sekarang sudah mulai banyak tahu tentang nyusun acara dengan baik, semua ini ga terlepas dari adanya kesalahan. Jangan harap kerja enak, dapet gaji, terus dibuat jajan. Boro-boro. Hampir tiap hari aku selalu salah dan ujungnya dimarahin atasan. Tapi yaudah mau gimana lagi, karyawan itu memang ditakdirkan untuk selalu salah, dan aku sadar posisiku disitu. Sebagai karyawan dengan predikat, TERMUDA (baca: masih 17 tahun :3), jelas banget masih bau kencur dan gatau apa-apa tentang dunia per-PCO-an. Rasa stress yang luar biasa juga tekanan yang besar, menjadi penghambat yang jelas-jelas sempet buat aku nge-drop. Belum lagi faktor lingkungan Jakarta yang keras dan persaingan dunia kerja sangat ketat, sempet ngebuat badan rada kurang ngisi + ga doyan makan :/. Tapi alhamdulillah motivasi buat belajar dan beban berat menjadi tulang punggung keluarga sementara ternyata berhasil ngedobrak hambatan-hambatan yang ada.

PCO, membuatku banyak berpikir tentang kejujuran dalam bekerja. Termasuk saat mengikuti tender. Ya, PCO selalu nyambung sama yang namanya lelang, tender, atau jaman sekarang dikategorikan sebagai LPSE atau Layanan Pengadaan Secara Elektronik. Sistem konvensional pengadaan tender sekarang digantikan oleh sistem baru berupa pengadaan tender melalu media internet, dengan segala kekurangannya yang ada. Sebenernya yang bikin heran, Indonesia ini ibaratnya negeri “penuh dengan orang dalam”, got it kan? Proses LPSE yang berbelit mulai dari membuat penawaran, dokumen usulan teknis, sampai upload BOQ (Bill Of Quantity/RAB) ternyata sia-sia jika tender tersebut sudah diatur dan dijadikan permainan oleh orang dalam. Terms Of Reference/Kerangka Acuan Kerja (TOR/KAK) + Rencana Kerja dan Syarat (RKS) seakan terbuang ga guna. Buat apa dong susah-susah ribet bikin layanan pengadaan yang jelas-jelas makan biaya yang ga murah? Pemenang pun sebenernya udah bisa ditebak dari transparansi proses pelelangan. Yang menang seharusnya A, tapi kenapa di surat pengumuman tertulis B? Itulah “hebatnya” Indonesia, dengan segala macam manipulasi yang ada. Bagian LPSE ini cuma segelintir kebobrokan moral dan kejamnya sikut menyikut persaingan bisnis di Indonesia. Saat itu pun, kuakui adanya bahwa “Jakarta memang keras!”
Lain ikut tender, lain lagi event lainnya. Waktu itu ada tugas buat mantau dan koordinasi rapat kerja dari OJK Kemenkeu RI di Gedung Danapala, kompleks gedung milik Kementerian Keuangan yang letaknya di dekat Lapangan Banteng Jakarta Pusat. Acara ini sebenernya gawat, gawat karena apa? Bayangin aja, semalem sebelum rapat dimulai, seminar kitnya masih proses dicetak! Alhasil waktu itu masih inget bener, balik malem sampe jam 12, dan berangkat jam 4 pagi buta langsung menuju TKP naik taksi dari Bekasi – Jakarta Pusat yang ongkosnya mahal bener, nyampe 99ribu! *Etdah -___-* Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, walau banyak suka duka dan cerita lucu yang terjadi waktu nge-EO-in acara ini xo
Setelah hampir 5 bulan bekerja di PCO, suatu kebanggaan tersendiri saat aku ditugaskan turun langsung untuk menjadi team dalam penyelenggaraan event besar skala internasional, ASEAN FAIR!! Awalnya aku nganga waktu ditugasin jadi staff operasional dan masih ga percaya ini mimpi ato ga *sambil cubit pipi*. Tapi ternyata semuanya bener, ga ngilangin kesempatan langsung diiyakan untuk capcuss goes to Bali! Eits bentar, ini bukan liburan, tapi liburan yang berkedok kerja hahaha. Bukan bukan. Ini tetep kerja tapi ga boleh ngoyo apalagi sepaneng, okesip *prinsip*.



ASEAN FAIR yang diselenggarakan bersamaan dengan serangkaian acara KTT ASEAN yang dihadiri sama Presiden Amrik, Barrack Obama, memang bener-bener event besar dan “waow banget” yang pernah aku ikutin. Gimana ga WAOW, dengan ribuan staff, team, dan orang-orang yang bekerjasama di dalemnya, bersatu padu buat nyelenggarain event gede kaya gini. Ibaratnya ni kate kaya nyusun strategi waktu mau perang kolosal. Waktu itu perusahaan kerjasama dengan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) yang menjadi tenant dari acara ASEAN FAIR. Tema Hello Asean! bener-bener ngena banget buat promosiin acara ini. Serangkaian acara ASEAN FAIR diawali dengan KTT oleh presiden-presiden dari ASEAN + Obama, ASEAN FAIRnya itu sendiri, sampe ratusan hiburan yang ditampilin di panggung megah dengan penampilan artis-artis manca + dalam negeri. 


Lokasi venue Peninsula Island, Nusa Dua. Bener-bener pinggir pantai!



Panggung megah buat perform artis-artis


Intinya, pameran yang diselenggarain sama KPDT ini ngejelasin program kerja mereka sebagai pengembangan wilayah-wilayah daerah tertinggal di Indonesia dengan mengunggulkan kekayaan mereka yang sebenarnya sangat berharga. Jadi stand dan booth dari KPDT memang sengaja didekor khusus sesuai konsep awal yang sudah kami tentukan. Ada 6 konsep daerah regional yang dibagi dan diklasifikasikan menurut geografisnya; antara lain Jawa-Madura, Kalimantan, Sumatera, Maluku-Papua, Bali dan Nusa Tenggara, serta Sulawesi. 


Tampilan booth KPDT dengan mini stage di bagian depan :)



Konsep backdrop sebagai Hall Of Fame, kebanggan pengunjung telah datang ke stand KPDT


Berbagai macam makanan khas, baju adat, kebudayaan tarian nyanyian, dan segala hal berbeda ditampilkan dalam stand-stand yang berbeda pula. Banyaknya user yang diperlukan sebagai penyambut tamu dalam setiap stand juga menjadi tantangan tersendiri. Bisa dibayangin kan gimana rempongnya konsep berbeda yang ditampilin tiap hari selama seminggu. Belum lagi adanya mini stage yang nampilin mini concert kebudayaan dari masing-masing regional. Dan tahukah, apesnya mini stage itu letaknya berseberangan sama panggung utama yang super duper mewah, dengan tingkat sounding hebat kekuatan gigabass dan efek screen lighting yang mengagumkan. Nahlho! Gabisa dibayangin saat semuanya sama-sama maen, jelas-jelas mini stage bakalan kegerus habis sama panggung raksasa. Bahkan lebih dari kegerus, mungkin artis-artis yang lagi tampil terlihat sedang lypsinc, saking suaranya ga kedengeran. Tapi alhamdulillah ini semua dapat disiasati berkat kerja team yang hebat dan kompak :D

The Great Team! Tebak aku yang mana??! Haha


Dengan berbagai kesulitan yang kutemui, mulai dari susahnya mencari vendor, setiap hari cek venue, pulang jam 3 pagi dan berangkat jam 7 di pagi yang sama, sampai masalah eksternal tentang pengamanan paspampres pak SBY. Semuanya bener-bener bikin aku belajar mengenai betapa pentingnya sebuah teamwork dan kesolidan yang harus dihadapi. Memang kalau dikaitkan dengan ilmu manajemen, apa pun permasalahan yang ada, sebagaimana susahnya, kalau SDMnya memang baik, toh apa mau dikata? Berbagai kejadian unik ikut membumbui suka duka selama terjun langsung dalam acara KPDT-ASEAN FAIR. Pernah waktu itu, team sampe ga kepikiran ke hal sepele buat nyiapin baki sebagai wadah pemukul gong untuk pembukaan acara oleh Pak Menteri. Dan kalau mau tahu, perjuangan lari-lari cari tukang bakso di sepanjang tenda buat pinjem baki pun akhirnya membuahkan hasil. Waktu itu bener-bener panik nyari penutup buat bakinya, ujungnya tahu ga pake apa? Pake kerudung yang buat dekor di stand! Seketika langsung kutarik dekor dari stand, ga peduli ada orang yang lihat ato ngga hahaha. Sumpah itu gila banget, namanya juga orang kepepet. Ada lagi yang lebih gila. Waktu lagi nge-LO-in staff-staff kementerian KPDT, tiba-tiba ada bapak-bapak separoh baya nyamperin dan dengan cadasnya bilang, “Mbak mau jadi istri kedua saya?? Dijamin hidup mapan lahir batin terpenuhi.” WTH#?!@%&r@#%!! Fix ini salah satu momen tergila yang pernah terjadi sepanjang hidup saya. Jelas-jelas saya katakan TIDAK! *waktu cerita kejadian ini ke temen-temen kantor, seketika GERRR semuanya ngakak sampe mules, sumpah ini kejadian paling bikin emosi*

Masih banyak kejadian “gila” lain yang belum bisa aku tulis disini. Mungkin kalo ditulis bisa kali ya dijadiin sekuel *lebay* hahaha. Bekerja selama 8 bulan di perusahaan PCO swasta yang menurutku masih kecil benar-benar banyak membuatku belajar dan terus belajar. Belajar tentang arti pentingnya waktu, kerjasama, menyelesaikan masalah, menjadi tangguh secara mental dan fisik. Bayangin kalo ga siap mental yang tiap hari sarapannya disemprot atasan, belum ngurusin ngasi makan nganter pulang pergi client-client sampe diri sendiri ga keurus. Ini semua menjadikanku mau ga mau harus tegar dan tangguh menghadapi segala permasalahan yang ada. Berbagai macam profesi yang dilakoni mulai dari, tukang angkut barang, buat kopi, administrasi, staff IT, update konten web, sampai eksekusi acara, harus dijalanin dengan semangat. Karena dibalik ga adanya niat buat terus belajar dan terus mencoba, mungkin ga bakalan bisa ada cerita kaya gini. Mungkin dari Event Organizer inilah, aku banyak belajar dan terus mengeksplorasi apa yang sudah didapatkan sebelumnya. Masih terus belajar, di bangku kuliah, aku memulai mempraktekkan lagi ilmu-ilmu sebelumnya. Dengan mengusung tema Dies Natalis FEB UNDIP “Indonesian Heritage” yang alhamdulillah akhirnya disetujui. Kali ini dengan project Tembalang Business Award dan Seminar National ENFUTION 2013, aku dan partner terbaikku, Mas Novan, mengusung tema “Be CreActivepreneur, Get Your Million Dreams.” Yang harapannya ENFUTION ini bisa berjalan sesuai dengan keinginan, bahkan melebihi apa yang team kami ekspektasikan. Semoga ini bukan hanya sekedar mimpi.
Terimakasih PCO, kamu telah membuatku banyak belajar tentang kerja keras dan arti kehidupan J.


Tetap tenang dan kuasai. Bismillah. ENFUTION 2013 SUKSES!!
Semarang, 4 September 2013. Sofy Nito Amalia

24 komentar :

Posting Komentar

Karena Kalian Aku Bahagia



15 hal terbaik yang patut disyukuri di hari ini, Jumat, 30 Agustus 2013 dan daftar orang-orang yang bikin hidupku jadi bahagia:

1. Ketemu temen-temen baru, anak-anak observer kelas EB. 307 yang gokil dan menyenangkan. You’re rock guys! Aku harap pertemanan kita ga berhenti sampai disini aja J
2. Ternyata dipuji dan dikangenin sama orang banyaaak, termasuk sama guru STM. Tunggu aku di Yogyakarta!
3. Berdoa buat temen-temen yang ultah tanggal 26, 28, 29, 30 Agustus, dan didoain balik sama temen-temen lama buat sukses dunia akhirat, insyaAllah, aamiin.
4. Bisa menikmati segelas susu buat ngenyangin perut selama tiga hari berturut-turut walau di dompet tinggal beberapa lembar Kapitan Patimura
5. Ngobrol, brainstorming, dan nemu temen (lagi) yang bener-bener klik ngomongin hal apa pun. Very openminded!
6. Ketawa bahagia waktu cerita nostalgia sama orang di poin nomer 5
7. Bisa muji sobat ganteng yang habis cukur rambut, dan bener-bener excited banget setelah lama ga ketemu
8. Meluk sobat cantik yang hari ini ulang tahun, dan bahagia ngliat dia makin “makmur secara fisik”
9. Nambah secret admirer baru nih, ciyeee
10. Kumpul lagi sama anak-anak HMJM dan kakak-kakak yang habis KKN. The story was very unexpected but really really adorable. Absobloodylutely!
11. Masuk sekre KMW lagi setelah lama banget ga nepar + kangen-kangenan sama mereka sampe ketawa bahagia
12. Masih bisa ngeblog, ngerjain deadline, ceria, sehat, dan semangat walaupun aktivitas padat dan tekanan berbagai macam project
13. Bersyukur masih selalu diberi kesempatan dan selalu menikmati berkahNya. Ga kerasa besok Minggu udah kepala dua.
14. Dapet sms dari Om dan Tante dari Jogja, diucapin makasih dan disuruh cepet balik maen ke Jogja. See you soon uncle aunty!
15. Baca sms dari Rizqi, Helmi, Fachri, Papa, Mama. Alhamdulillah jadi bisa ngrasain homesick sesaat setelah matirasa kangen sama rumah. Sungguh Jumat yang penuh berkah dan bahagia!

Didedikasikan buat semua orang yang aku tulis dan sebutin disini. Makasih banyak, karena kalian hidupku sangat bahagia.

Ditulis dengan kata-kata sederhana, namun kalimatnya bermakna luar biasa.
Mulawarman, 30 Agustus 2013, menjelang tengah malam, 23:23 pm. SOFY NITO AMALIA



Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Kidung Rindu



Terik surya kali ini sekiranya tak pantas
Menerjemahkan segigit firasat usang
Membuncah, kemudian terburai
Hanya secuil ruang kosong, hampa
Kiranya kalian bertanya, maksudnya apa?
Agaknya ini sedikit klise
Petunjuk dari setiap pertanda
Dari tiap-tiap manusia perasa
Lalu dihantar beberapa kata

Ini bukan elegi
Apalagi tragedi
Ini hanya sebulir rindu
Yang kuantarkan pada kotamu

Seyogyanya aku bersamamu
Seyogyanya aku di Yogyakartamu



SMG.250813.1154.231208.SNA.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Unrequited Love – Saat Cintamu Bertepuk Sebelah Tangan




Apa yang pertama kali muncul di pikiran kalo denger kalimat “bertepuk sebelah tangan”? Ngenes? Sakit? Masa lalu? Yah apa pun itu, yang jelas ga enak banget. Yakin seratus persen, mayoritas orang di seluruh dunia pasti punya masa lalu yang kelam. Entah kelam karena masalah hidup, sosial, agama, atau bahkan yang paling sederhana sekalipun, masalah cinta? No wonder, everybody and everythings in this world who contains materials absolutely knew about love. Siapa gitu yang ga kenal sama cinta? Hewan yang ga punya akal aja bisa ngrasain kasih sayang kok, apalagi kita manusia. Ngomongin masalah cinta yang ga terbalaskan sejujurnya rada males. Isu sensitif itu biasanya, sangkut pautnya ama masalah hati. Dari hati ntar ujungnya ke perasaan, endingnya jadi galau. Biasanya sih gitu.


Udah ah ngomongin tentang hati, bikin capek. Balik lagi ke masalah cinta. Aku juga pernah ngalamin gimana rasanya suka sama orang tapi ternyata orang itu ga suka. Bukan ga suka juga sih, soalnya bisa jadi rancu dan ngarahnya ke benci (ga suka = benci). Lebih tepatnya ga menaruh perasaan ke kita. Cerita kaya gini kejadiannya waktu masih sekolah, ngerasain jatuh cinta (baca: cinta monyet), tapi bertepuk sebelah tangan. Awalnya kita sama-sama tahu kalo masing-masing punya perasaan yang sama. Berbagai macam sinyal ato kode udah sama-sama ditangkep. Ini juga udah berjalan lama. Tapi endingnya tiba-tiba aja orang itu suka sama yang lain. Seketika malah langsung jadian. Plaaakk! Rasanya kaya digampar. Yang lebih bikin kaget lagi, tiba-tiba orang itu benci dan berubah 360 derajat, entah apa maksudnya. Mungkin semua yang pernah ngalamin ini ngrasain hal yang sama kalo cintanya ga terbalaskan: ngerasa udah nglakuin hal semaksimal mungkin buat dia, berkorban demi apa pun, bahkan sampe ngerasa Tuhan ga adil, ato ngerasa cintanya ke dia lebih besar daripada cintanya orang lain ke dia. Rada absurd sebenernya, gimana bisa ngukur kebesaran suatu cinta dan ngebandinginnya sama rasa cintanya orang lain? Ini dari dulu sering jadi pertanyaan buat diri sendiri, tapi ya emang begitulah yang terjadi. Absurd. Ga masuk akal. Tak ada logika. Itulah cinta.

Hampir 20 tahun hidup berjalan dan mengalami berbagai hal yang luar biasa, aku mengamati betapa cinta yang bertepuk sebelah tangan ini ternyata berbanding lurus dengan kesetiaan. Orang yang cintanya tak terbalaskan selalu masih saja menunggu orang yang dicintainya datang, membalas dengan perasaan yang sama. Orang ini selalu menanti, dengan penuh harap, dan entah sudah sekian puluh ribu doa yang dipanjatkan. Berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan hingga bertahun-tahun, rasa lelah yang mungkin sudah teramat sangat pun terkalahkan dengan rasa cinta dan harapannya yang begitu besar. Berawal dari perasaan suka, lama-lama menjadi cinta, menunggu sekiaaaaan lama, hingga akhirnya perasaan cinta ini luntur terkalahkan oleh rasa sakit, menjadi hanya sekedar “mengagumi”, hingga ujungnya berakhir dengan kekecewaan dan perasaan yang luka. Tak ada yang bisa disalahkan dari ini semua. Tak ada yang bisa membalikkan hati manusia kecuali Satu Yang Di Atas Sana. Mungkin hanya harapan dan kenangan manis yang tersisa dari bongkahan rasa rindu yang hampa, rasa sakit yang luar biasa, dan rasa cinta yang seakan menggila. Ya, mungkin hanya itu yang tersisa.



Dalam doa yang dipanjatkan, aku merintih, memohon kepadaNya. Dulu hanya itu yang bisa kulakukan, untuk sekedar mengobati segalanya yang seakan sia-sia. Berdiam diri, duduk dan bersimpuh, membuka Al-Qur’an, kemudian mengaji. Walau bibir ini sudah menyebut namaNya, tapi sayatan ini masih saja terasa perih. Entah sepersekian detik kemudian, aku bergeming, diam dan sangat hening, ketika kubaca arti dari Al-Baqarah 216: ............”Boleh jadi sesuatu yang kamu benci itu amat baik untuk kamu dan boleh jadi sesuatu yang kamu sukai pula amat buruk untuk kamu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”.



Ternyata, rasa cinta cuma butuh penjelasan sesederhana itu. Tuhan hanya perlu beberapa detik untuk menghapus segala pikiran dan perasaan gundah ini dari hati seorang manusia. Sungguh luar biasa ya kuasaNya. Cinta yang bertepuk sebelah tangan ini sebenarnya memang sederhana, tapi tahukah? Tragisnya, orang yang mengalami unrequited love ini biasanya mencintai orang yang, sebenarnya selalu dekat dengan dirinya. Mungkin teman dekat, sahabat, teman masa kecil, atau... entahlah. Hanya Tuhan yang mengetahui segalanya.

4 komentar :

Posting Komentar

Ketika Lo Punya Timbre Tersendiri dalam Sebuah Goresan



Di suatu momen, tiba-tiba ada orang datang nyeletuk, “Gua baca tulisan lo kemaren, dan itu khas banget!”. Kalo ada orang ngomong kaya gitu, respon apa yang sebaiknya lo ucapin? Kalimat apa yang kudu lo omongin ke dia?




Kejadian kaya tadi akhir-akhir ini menimpa gue. Ya, gue ngerasa bahwa apa-apa yang ditulis disini menonjolkan karakter dari kepribadian gue (itu dari kata orang). Beberapa “pengunjung setia” blog ini sering komen (walo kenyataannya hanya segelintir orang), “Ini blog, elo banget lah sob”, atau “Gue udah nebak deh, artikel ini pasti lo yang nulis kan?”. Kalimat-kalimat yang mirip seperti itu sering dialamatkan. Kemudian... euhm sebentar, rasanya ada yang janggal. Iya, ini ga biasanya nulis pake gue-elo. NGGA GUE BANGET GITU. Gue ga muna ya. Secara bukan orang asli Betawi. Kalo kalimat yang kaya gitu emang bukan aku banget. Naah, sekarang kayanya uda pas lagi kan ya? Hehehe *2 kepribadian* *poker face*

Kalo kalian udah beberapa kali baca blog ini, mungkin udah nangkep deh sama gaya penulisannya. Awalan gue-elo di atas tuh, emang sengaja aku jadiin contoh kalo gaya penulisan seperti itu emang bukan aku banget. Kalo kata Raditya Dika, seorang penulis harus punya voice yang bisa ngebedain antara tulisannya dia dengan penulis lain. Kalo kataku disini lebih seneng nyebutnya pake “timbre”. Yah, ga beda jauh sih sama “voice”nya Raditya Dika. Agak kurang nyaman aja gitu. Lebih enakan pake istilah timbre. Penulis itu ibaratnya kaya penyanyi. Nih langsung ke contoh ya, coba bandingin suaranya Chrisye ama Once mantan vokalisnya Dewa 19, bisa ngebedainnya kan? Biasanya langsung bisa ditebak siapa yang nyanyi lagu A, ato lagu B, hanya dengan sekali denger. Karena apa? Karena mereka punya timbre yang berbeda. Gara-gara mereka punya ciri khas di tiap alunan suaranya. Dan karena mereka juga ga sama alias beda orang (yaiyalah -.-)

Penyanyi aja kaya gitu. Penulis pun juga sama. Punya timbre yang berbeda di setiap tulisannya. Ada karakter ato ciri khas yang ditonjolkan dalam kalimat per kalimat. Dan syukurlah, banyak orang yang berkomentar mengenai gaya penulisan saya. Banyak pula yang mengenali bahwa, “Tulisan ini pasti Sofy yang nulis”, walau pun disitu tertulis No Name. Sebuah surprise tersendiri rasanya, ketika orang lain mengenali sang penulis dari bagaimana dia bercerita dalam setiap goresannya. Walau pun diakui masih sangat amatir dalam dunia tulis menulis, tapi setidaknya timbrenya sudah kelihatan.

Sebenernya, kalo boleh jujur nih ya, aku sendiri masih bingung sama jati diri apa sih yang aku tonjolin waktu nulis? Apa yang bikin orang lain kenal sama tulisan yang aku buat? Kayanya tulisannya biasa-biasa aja deh. Ngga kaya yang orang-orang bilang. Aku ga ngerasain ada perbedaan tersendiri yang mencerminkan bahwa INI LOH, AKU YANG NULIS! Belum dapet tuh feel yang kaya gitu. Ato mungkin ini gegara faktor saking semangat nulis, pengalaman, atau malah faktor umur? Tapi kayanya yang terakhir ga pengaruh kali ya :D Yang jelas, orang lain pasti lebih ngenalin kita daripada kita kenal sama diri sendiri. “Kamu keren deh pake blous yang kaya gini” ato “Sekarang kamu tinggian ya kayanya?”, nah mungkin analoginya sama kaya gitu. Orang lain lah yang jadi pengamat terbesar dari tulisan kita. Aku yang buat, orang lain yang jadi pengamat dan penikmat. Bener kaya gitu kan J?

Kebingungan tadi mungkin bisa hilang kalo denger celetukan dari teman-teman yang udah biasa baca tulisanku: “Simple but meaningfull. Sederhana tapi bermakna sob”, “Tulisanmu penuh analogi yang kadang aku ga pernah mikir sampe ke situ”, “Sederhana tapi indah. Penuh keoptimisan”, “Di awal normal mengalir, endingnya dalem.”
Seharusnya komen-komen di atas bisa dijadikan start-up yang baik buat ke depannya. Ini semua baru awal kok. Masih butuh klimaks yang benar-benar WAH! yang bisa dikembangin nantinya. Gaya tulisan yang masih sederhana ini, aku sangat yakin, suatu hari nanti pasti akan bisa menjelma menjadi sesuatu yang luar biasa!



Harapan yang luar biasa dalam sebuah torehan,
Semarang, 28 Juli 2013 – Sofy Nito Amalia

2 komentar :

Posting Komentar